Setiaku butuh jeda
Kode Iklan Atas Artikel
Apa yang ada dalam pikirmu ketika aku berbicara tentang kesetiaan?
Adakah terbesit sepenggal kenangan yang pernah terlampau nyata
Boleh alu berbicara sejenak tentang kesetiaan?
Aku pernah bertahan, membuka hati untuk merawat luka
Aku pernah bertahan, membangun senyum dipagi buta
Apakah setia itu di matamu?
Apakah ini bukan wujud setiaku?
Kau tahu apa itu kesetiaan?
Menanti dalam diam, menunggu dalam sendu
Bertahan tanpa kepastian
Berentet kisah dan memupuk perih
Kau tak berkata, aku pun tetap berbicara
Ini bukan lagi soal kita yang tak lagi berbincang tentang rasa, bukan
Sepertinya terasa bosan terus merasuk dalam jiwamu
Begitukah pengakhiran yang kau nantikan?
Atau kau hanya tetap merasa kasihan
Kesetiaan itu bukan tentang seberapa lama seseorang bertahan, begitupun denganku
Kesetiaan itu tentang ujian
Kesetiaam tentang bagaimana terus mencoba untuk tetap ada, meski selalu dilihat tiada
Tak perlu lagi ada sumpah
Tak harus ada lagi kesah
Aku tahu, tentang setiaku yang kau anggap salah
Mungkin aku tak lagi ingin pengakuanmu seberapa berat kesetiaanku padamu
Dan mungkin, ini adalah jeda untukku
Pengisitirahatan bagi hatiku
Aku paham bahwa, kesetiaan seseorang tak selalu akan dianggap dengan nyata
Jika hanya berlandaskan pada egoisme jiwa
Bukankah seharusnya kau paham itu?
Tentang bagaimana tetap menjadi setia tanpa perlu menyiksa
Tentang bagaimana menjadi manusia tanpa harus bergantung pada yang dicinta
Tentang bagaimana melepaskan, tanpa harus merasa kehilangan
Setiaku butuh jeda..
Ia perlu sebenar benar muara
Tentang apa itu setiaku?
Ya, ini tentang pengujian bagi hatiku
Hanya perlu jeda
Untuk tidak menetap terlalu lama, dan memupuk harapan yang tengah menuju kecewa
Kode Iklan Bawah Artikel