Peluk aku sebentar saja
Kode Iklan Atas Artikel
Pada rindu yang telah lama menghilang
Pada kalut yang telah lama merasuk
Pagi ini, tak ada lagi derai mata yang tak tersudahi
Semua seolah sirna
Seakan tak mampu lagi beruraian
Aku tak mengerti
Mengapa ini begitu menyesakkan
Tapi tak sanggup memuakkan sedikitpun air mata
Aku benar benar tak mengerti
Seolah semua habis pada luka luka yang telah lama terpendam
Tak mampu berucap
Pun tak sanggup berujar
Sepertinya segala yang tak berkesudahan harus segera disudahi
Tentang apa yang tak bisa diungkap lewat kata
Tentang apa yang tersirat lewat mata
Ya, di penghujung malam ini
Telah banyak penyesalan yang telah lama mengendap
Menjadi sebuah pengandaian pengandaian yang pernah hadir
Menjadi mimpi mimpi yang tertegun ditengah persimpangan
Ini bukan lagi persoalan cinta dua insan yang tak segera berujung kepastian
Bukan pula tentang rindu laki perempuan yang tak berkesudahan
Tapi.. ini lebih dari itu
Ini tentang kehampaan hati seseorang
Yang seolah mencari cari sebuah kebahagiaan
Hingga pada sebuah pengakhiran harapan
Yang hanya tertuju pada tuhan
Yang ingin sampaikan segala jenuh, kalut, dan penatnya kehidupan
Namun hanya tersandar pada sebuah rentetan doa
Tuhan, peluklah aku sebentar saja
Agar aku bisa merasakan kebahagiaan yang nyata
Kode Iklan Bawah Artikel