Pinjami aku hatimu, ibu
Kode Iklan Atas Artikel
Ibu, 9 bulan kau mengandung
Menyimpan manusia kecil yang siap mengarungi bahtera kehidupan
Jutaan detik kau lalui demi menumbuhkanku dalam kebaikan
Memastikan anakmu bahagia atas apa yang ia dapatkan
Ribuan malam kau tempuh bersama dengan airmata dan pilu
Memohon agar buah hatimu terjaga oleh - Nya
Entah, berapa lama kau habiskan siang dan malam berdoa pada allah untuk senyum dan bahagiaku
Satu hari, kutemukan ragamu dalam bentang sajadah coklat milikmu
Tepat pukul 2 dini hari, dimana waktu yang begitu kau tunggu
Kulihat sayup sayup ragamu berbalut mukena putih tengah duduk bersimpuh
Aku tahu kau begitu mencintai sepertiga malam
Dan bahkan kau tetap mengajarkanku, membangunkanku, mengajakku bersamamu memohon pada allah untuk mengadu
Kau yang selalu katakan padaku, kau tak mengerti apapun, yang kau tahu hanyalah bacaan sederhana itu
Namun allah begitu mencintaimu
Keikhlasanmu, ketidaktahuanmu yang mengantarkan segala kebaikan teruntuk buah hatimu
Terkadang, ketika aku lelah, meringkuk lemah tertidur di tepimu, bersama dengan gelapnya ruang
Kau menepuk-nepuk punggungku
Sesekali memijat kepalaku
Mengatakan pada diriku, terimalah.. ikhlaslah..
Kau arungi segala perihnya cobaan dan ujian
Kau hadapi semua dengan kesabaran
Kau lewati semua sedu dengan senyuman
Meski aku tahu, ketika sendiri kau selalu menguatkan dirimu
Kau selalu mengadu pada Rabbmu
Ibu , terbuat dari apa hatimu?
Kau begitu tegar, hatimu begitu lapang
Seolah samudra enggan berdampingan denganmu
Kau begitu bahagia, senyummu begitu anggun
Seakan mawar pun tak semerbak bibirmu
Terbuat dari apa hatimu ibu?
Bolehkah ku pinjam sebentar?
Agar aku tahu bagaimana menjadi perempuan yang kuat
Agar aku tahu bagaimana menjadi manusia yang selalu menangis dan mengadu tentang sedih dan bahagia, ikhlas dan syukur hanya pada Rabbnya
Bolehlah ku pinjam?
Sebentar saja...
Aku khawatir, ketika aku menjadi seorang ibu sepertimu aku tidaklah dicintai oleh anakku sendiri
Karena aku tahu, menjadimu begitu sulit
Terbuat dari apakah hatimu, ibu?
Kode Iklan Bawah Artikel