Bilomunious - 002
Bilomunious - Kedua
Murid Pindahan II
Dan aku harus memulai semuanya dari NOL. Bahkan waktu itu aku merasa seperti "Alien" yang terlempar ke "Planet" lain!
Semuanya begitu sulit untuk ku, aku "dipaksa" beradaptasi dengan kondisi dan suasana yang semuanya jauh berbeda, baik di kota baru, maupun di sekolah yang baru, termasuk adaptasi dengan orang-orangnya, terutama teman sekolah dan guru.
Apalagi dengan teman-teman. Aku yang sebelumnya tinggal di kota yang lama dan memiliki beberapa sahabat dekat, harus kehilangan mereka semua. Begitu pun dengan teman-teman SMA yang sebagian besar aku kenal dekat karena satu organisasi harus juga aku tinggalkan.
Sama hal dengan hari sebelumnya, aku masih saja canggung berada di dalam kelas.
Bagaimana tidak mereka telah satu tahun bersama saat kelas 10
Dan saat ini menginjak tahun kedua
"Langsung saja kita mulai pelajaran pada pagi ini " ujar guru biologi yang kini sudah berada di dalam kelas
"Andi pimpin doa " lanjutnya
"Teman teman sebelum pelajaran dimulai marilah kita berdoa, berdoa mulai"
"Selesai!"
"Oke anak anak sekarang kita buka bab 25 tentang pertumbuhan hewan" ucap guru biologi tsb
Aku mengeluarkan buku ku dan mencatat penjelasan guru
Pelajaran usai saat bel tanda ganti pelajaran berbunyi,. Guru biologi itu mengakhiri pelajaran dengan ucapan hamdalah dan salam.
Semua kembali riuh, ada yang ngobrol , ada yang sibuk merapikan dandanan mereka, bahkan ada yang keluar kelas juga.
Aku mengambil permen mint dari saku ku dan menawarkan teman sebangku ku, Berlin.
"Kamu mau permen?"
"Makasih yaa.. "
Aku memasukkan buku catatan biologi ku ke dalam tas dan mengecek ponsel ku, sudah banyak antrian notifikasi yang harus aku layani.
Maklum namanya juga anak pindahan, masi banyak saja teman teman sekolah lama yang merindukan ku dan terus menanyai kabarku.
Aku balas satu persatu dan kembali menyimpan hp ku karena guru pelajaran berikutnya sudah masuk.
Saat jam istirahat aku berjalan menuju kantin , kantinnya ramai dan penuh pembeli. Ku duduk di salah satu kursi yang telah di sediakan.
"tidak ada yang menarik disini" ucapku dalam hati sambil memandangi kericuhan di kantin itu
Aku diam dan berlalu masuk, huftt bete . Jadi pengen bolos aja besok. Tapi aku ga mau ayah marah lagi, sudah cukup aku menyusahkannya, dan membuatnya selalu bertengkar dengan ibu gara gara aku.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, menandakan pelajaran segera berakhir. Aku yang saat itu sibuk membereskan buku buku ku yang terpapar berantakan di atas meja
Seperti biasanya, aku pulang sekolah dengan mobil jemputan alias angkot, dengan kaki setengah lunglai, aku berjalan menuju halte bersama kawanku yang juga searah dengan rumahku.
Kami mengobrol sedikit , santi namanya, ia bertanya tanya hal hal yang menurutku sepele. Aku tau dia hanya tak ingin kita saling diam tanpa suara selama perjalanan kami menuju halte.
Aku layani setiap pertanyaan konyolnya sambil tertawa bersama.
Tiba dirumah aku segera melepas seragam yang sudah membuatku gobyos setengah mati ini , akibat cuaca yang begitu terik memaksa ku untuk mandi.
Makan , nonton tv , mengajari adikku , sudah menjadi kebiasaanku sejak aku tinggal bersama orang tua ku.
Walaupun baru beberapa hari saja aku disini, tapi aku merasa nyaman dari pada aku harus tinggal dengan orang lain terus seperti sebelumnya, membuatku tak bebas melakukan apapun.
Senin, selasa, rabu , ku absen mundur hari demi hari ku di sekolah ini, hingga tiba pada hari terakhir ku, Jum’at.
Bukannya aku tidak niat sekolah, namun kontrak itu memaksaku untuk sejenak berhenti melanjutkan aktivitasku di sekolah.
Indonesia Batik Carnival, biasa disingkat IBC. Sanggar besar yang berada dibawah naungan negara yang kerap kali mewakili Indonesia dalam ajang ajang besar di berbagai negara.
Aku termasuk di dalamnya, aku mewakili Indonesia untuk memperkenalkan batik kepada dunia.
Itulah mengapa aku harus berhenti sekolah, tidak untuk selamanya hanya satu bulan ke depan saja.
Saat pelajaran telah usai, aku berdiri di depan teman – teman ku yang juga penasaran atas apa yang akan aku sampaikan di depan
“saya pamit untuk satu bulan ke depan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, dikarenakan ada tugas yang harus saya selesaikan” ucapku pada mereka.
Tanpa basa – basi aku pun mengakhiri nya.
Ku edarkan pandangan ku ke seluruh penjuru ruangan tersebut hingga terfokus pada sosok lelaki jangkung , berbadan kurus, berwajah lugu yang seakan ingin menyampaikan sesuatu kepada ku.
Bukannya aku geer , tapi dia berhasil mencuri perhatian ku saat itu.
( sambil menunjuk ke arahku ) “ itu make up nya luntur “
Sontak aku merasa sangat malu saat itu, bagaimana tidak aku fikir dia akan berkata manis atau sekedar mengucapkan selamat tinggal untukku.
“ boleh minta pin BB nya ga?” lanjutnya
Aku yang setengah mati malu terhadapnya , tiba – tiba ada saja yang membuatku kembali tersipu malu.
“ boleh ni” ( sambil ku keluarkan ponselku yang saat itu sudah lowbat namun ku paksakan untuk nyala ).
Entah mengapa aku rela melakukan hal konyol itu hanya untuknya.
“ Da - rell yaa da - rell” itu namanya. Aku terus mengeja nama nya sambil membayangkan betapa konyol sikapnya itu.
Aku yang terus teringat wajah lugunya, ahhhh apakah ini yang disebut dari mata turun ke hati ????