Hanya teman
Kode Iklan Atas Artikel
Aku ingat saat awal kita bertemu
Waktu itu aku tidak mengenalmu, apalagi cinta
Kamu yang datang cukup buat aku nyaman
Kamu yang datang cukup beri aku rasa
Rasa yang lama tidak aku rasakan
Bahkan aku lupa bagaimana rasanya
Tapi ini tentang kamu, bukan tentang rasa
Kamu hadir disini, cukup buat aku tenang
Dan sepertinya kamu pun berharap sebaliknya
Bodohnya aku yang hanya menduga saja
Tanpa aku bertanya langsung sejujurnya
Untuk apa kamu datang? Dan bagaimana hatimu?
Bodohnya aku yang membiarkan kamu masuk dalam hidupku
Lalu membiarkan aku dengan rasa yang tetap menggantung
Sebenarnya kamu benar, hanya saja aku yang terlalu berharap
Aku ini siapa, harusnya dari awal aku paham
Kalau hadirmu bukan untuk diriku, hanya untuk dirinya
Untuk mengenalnya..
Kenapa harus dia? Dia itu temanku
Susah untuk menolak permintaanmu
Untuk mengenalkan dia ke kamu, rasanya aku hancur
Untuk melihat kalian bersama, aku tidak sekuat itu
Tapi benar, ini semua tentang rasa
Rasa yang berharap terlalu banyak
Dan kenyataan, belum tentu seindah yang aku kira
Dan bukan tentang kita..
Seperti yang kamu bilang, kita hanya teman
Hhhh aku pun tersenyum untuk menutupi kehancuranku
Demi kamu, dan bahagiamu aku rela
Terimakasih sudah hadir, lalu pergi lagi
Luka yang kamu buat cukup dalam
Tapi setidaknya aku paham,
Bahwa tentang rasa tidak harus tentang kita
Kode Iklan Bawah Artikel