I'm not Mei
Kode Iklan Atas Artikel
Kemarilah, duduk sebentar
Dengarkan kicauan gadis yang tlah lama tak bersua dengan mendung
Bulan bulan lalu, hujan terdengar menderu diatas atap rumah
Namun beberapa hari ini,
Ia sudah jarang menyerang tanah
Ya, memang sudah waktunya hujan berlalu berganti kemarau yang menghangatkan
Seolah tak ada lagi pecah diantara sunyi
Atau sedikit riuh menyingkirkan kesendirian
Bulan mei, sudah 7 hari berlalu
Hari baik menyelimuti dengan penuh berkah
Bukankah ini yang dinanti nantikan setelah 11 purnama terlewatkan ?
Namun, banyak hal berdatangan, pikiran seolah diserbu jutaan ketakutan
Kegelisahan menerpa tak tertahankan
Membekuk tanya dengan penuh kekhawatiran
Apa yang sebenarnya aku takut kan?
Bukankah mei telah berpadu dengan hari hari penuh cinta dan kerinduan?
Ya, aku bertanya pada diri..
Diri, bukankah seharusnya kau berbahagia atas apa yang allah siapkan?
Lalu, apa yang kau khawatirkan?
Aku khawatir, aku adalah racun bagi mereka yang aku cinta
Mungkin sepeninggalku bahagia terasa lebih nyata
Diri, bukankah seharusnya kau menyambut hari baik dengan segala syukur dan mendoakan?
Lalu, apa yang kau takutkan?
Aku takut bekalku tak cukup nantinya
Apa benar semua kebaikan membentuk ikhlas teruntuk rabb sang pecinta alam?
Diri, hari baik di bulan baik untuk dirimu yang belum baik
Jangan lagi kau takutkan, pantas dan tak pantas
Melangkahlah, sembari memohon pada Nya
Keikhlasan niatmu hanya untuk DIA
Sudah 2 hari berlalu, bukankah kita harus berterimakasih bahwa ini adalah pertemuan dengan Ramadhan
Masih ada tempat untuk jiwa jiwa yang memeluk erat kerinduan
Meski dosa dan khilaf tak lekang, namun allah masih beri kesempatan
Bagaimana puasamu hari ini? Bersemangatlah..
Kode Iklan Bawah Artikel