Teruntuk Ibu dari Pria yang Kucintai
Kode Iklan Atas Artikel
Bolehkah kali ini aku memanggilmu ibu? Kali ini saja
Bu, aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dahulu
aku hanyalah wanita yang terlahir dari keluarga sederhana
Bukan dari keluarga dengan status sosial yang tinggi
Bukan pula dari keluarga dengan paham agama yang kuat
Aku hanya wanita biasa yang sedang dalam proses belajar
Bu, terimakasih telah melahirkan putra kecilmu ke dunia ini
walaupun aku dan putramu belum bisa melihatmu secara nyata
tapi kau tau ibu?
aku sangat mencintai semua hal yang berkaitan dengan putramu
tentang aku mencintai putramu
aku pun tak tau bagaimana cara tuhan membuatku sejatuh cinta ini padanya
pertama kali dekat dengannya, aku tak tau dia bisa punya cinta yang hebat
serta kasih yang tulus
ku kira cintanya akan sama dengan laki laki lain
yang datang, kenal, bosan lalu pergi
Nyata nya dia hebat bu, dia luar biasa karena tetap tinggal
Ibu tau kenapa ku sebutnya hebat ?
Karena cinta kami di uji oleh keluarga kami sendiri
Kami dijatuhkan lalu di tenggelamkan
dan tidak jarang, orang lain juga berpartisipasi meruntuhkan niat tulus yang sengaja kubangun untuk ibu lihat
Kalau aku, tentu sudah menyerah berkali-kali
ini luar biasa berat bu
tapi putramu hebat bu, berkali – kali aku menyerah
berlipat kali ia memberi semangat
Bu, apa kau tau putramu pernah menangis karena merindukanku ?
putramu juga pernah khawatir karena kehilangan kabarku
putramu pun pernah begitu bahagia karena mencintaiku
aku tau, putramu pendiam jika ini tentang wanita
tapi bu, apa kau tak ingin tau mengapa dia punya rasa yang begitu indah padaku ?
Aku bukan seorang putri, keluargaku juga sederhana
tapi putramu begitu tulus menjagaku bu
aku tak ingin ibu bertanya langsung padanya
karena aku tak ingin dia menjawab baik-baiknya saja tentangku
aku ingin kau mengenalku bu
duduk berdua mendengar bicaraku
mengenali tawa lepas ku yang lebih terdengar cempreng
aku ingin kau melihatku saat aku jatuh, menangis, lalu mencoba berdiri kembali
aku ingin kau melihatku merasa kalah, tapi tak menyerah
aku ingin kau melihatku menangis hanya karena hal-hal sepele
aku ingin kau mengenalku yang hanya seperti ini
dan juga aku ingin kau tau
bahwa senyumku ternyata bisa menjadi penenang putramu saat sedang marah
aku ingin kau tau
bahwa aku yang hanya seperti ini ternyata bisa menjadi salah satu alasan putramu bahagia
Bu..
Bukankah bahagia putramu akan menjadi bahagiamu juga
Dan terakhir, bu tolong kenali diriku terlebih dahulu
agar kelak kau bisa merestui kami
Kode Iklan Bawah Artikel